FAKTOR RISIKO KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP KEJADIAN STROKE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAU-BAU PROPINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2007
Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak lokal maupun global akut dengan gejala dan tanda sesuai bagian otak yang terkena, yang sebelumnya tanpa peringatan; dan yang dapat sembuh sempurna, sembuh dengan cacat, atau kematian; akibat gangguan alliran darah ke otak karena perdarahan
ataupun non perdarahan dan dianggap sebagai masalah besar yang tengah dihadapi hampir seluruh dunia. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti merasa tertarik untuk menganalisis factor risiko merokok sebagai salah satu penyebab terhadap kejadian stroke. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan Case Control Study yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berisiko terhadap kejadian Stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bau-Bau. Pengumpulan data penelitian dilakukan secara wawancara langsung kepada responden menggunakan bantuan kuesioner. Pengolahan data menggunakan bantuan komputer dan analisis data berdasarkan pengujian statistik Odds Ratio (OR). Peyajian data penelitian dalam bentuk tabel analisis univariat dan bivariat yang disertai dengan pejelasan. Hasil penelitian diperoleh bahwa Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dan jenis rokok yang dihisap dengan kejadian stroke dan dikatakan bukan faktor risiko berdasarkan nilai Confidence Interval yang mencakup nilai satu, sedangkan lama merokok dan banyaknya rokok yang dihisap dalam sehari merupakan faktor risiko terhadap kejadian stroke. Dimana semakin banyak batang rokok yang dihisap dalam sehari dan lamanya seorang merokok meningkatkan kejadian terhadap stroke. Saran yang diajukan pada penelitian adalah penanggulangan stroke melalui pengurangan konsumsi rokok perlu dilaksanakan melalui berbagai upaya yang tidak hanya mencakup aspek penyebaran informasi saja namun juga harus mencakup pada pengurangan produksi rokok di perusahaan-perusahaan pemintal rokok dan Upaya penanggulangan perilaku merokok pada masyarakat juga dapat dilakukan dengan keterlibatan pemerintah dengan membuat kebijakan atas harga penjualan rokok yang lebih tinggi selain dengan penerapan aturan pemroduksian jenis rokok berfilter.Kata Kunci : Merokok, Perilaku
Untuk mendownload file lengkapnya silahkan pada link berikut
Sebelum download harap tinggalkan email konfirmasi atau like di facebook
Beri dukungan dengan Donasi Berupa Voucer Pulsa ke No : 082343360320
ARTIKEL TERKAIT:
Epidemiologi
- Pelayanan Antenatal Care Pada Ibu Hamil
- Faktor Ketidaklengkapan Imunisasi Bayi
- Faktor yang Berhubungan Dengan Gastritis
- Download Skripsi Kesehatan - Gambaran Gangguan Menstruasi
- Faktor Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan
- Faktor Kejadian Demam Berdarah Dengue Pasien RS. Wahidin Sudirohusodo
- Faktor Penyakit Hipertensi Di Puskesmas Padang Sappa
- Ketidaklengkapan Imunisasi Bayi
- Faktor Risiko Hepatitis Virus B
- Ketidakteraturan Berobat Penderita Kusta Rawat Jalan Puskesmas Pujananting
- Download Skripsi Epid-Karakteristik Penderita Kusta
- Download Skripsi Epid-Gangguan Menstruasi pada Remaja Putri
- Download Skripsi Epid-Seks Pranikah Remaja
- Download Skripsi Epid-Faktor Risiko Hepatitis B
- Download Skripsi Epid-Faktor Ketidaklengkapan Imunisasi Bayi
Skripsi
- Pelayanan Antenatal Care Pada Ibu Hamil
- Faktor Ketidaklengkapan Imunisasi Bayi
- Faktor yang Berhubungan Dengan Gastritis
- Download Skripsi Kesehatan - Gambaran Gangguan Menstruasi
- Faktor Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan
- Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas Katoi Kabupaten Kolaka Utara
- Pemanfaatan Antenatal Care Ibu Hamil Di Puskesmas Bahonsuai
- Faktor Kejadian Demam Berdarah Dengue Pasien RS. Wahidin Sudirohusodo
- Faktor Penyakit Hipertensi Di Puskesmas Padang Sappa
- Gangguan Menarche Siswi SMU Cokroaminoto
- Penggunaan Alat Kontrasepsi Hormonal
- Pola Laktasi Ibu Nifas
- Ketidaklengkapan Imunisasi Bayi
- Faktor Risiko Hepatitis Virus B
- Hubungan Sikap dan Pengetahuan Remaja Putri terhadap Keputihan
0 komentar:
Posting Komentar